Kamis, 23 Februari 2017

NHW 5 DESIGN LERANING HOW TO LEARN

Actually sebenernya agak agak bingung juga dengan NHW 5 Ini apa saya harus membuat design pembelajaran untuk saya sendiri atau anak saya...hehehe.

Tapi...baiklah saya mencoba😁 untuk membuat design pembelajaran untuk anak saya Ramzy 3,5 Tahun dengan mendeskripsikannya, Bismillah...

Pertama saya melihat yang menonjol dari diri anak saya itu adalah bersosialisasi, berkomunikasi (mendongeng atau bercerita) dan menggambar. Ini semua didikung dari cerita guru-guru Ramzy di sekolah.

Jadi menurut guru-gurunya kemampuan menggambar Ramzy melebihi anak sesuai dia yaitu 3thn. Di usianya yang sekara g ramzy sudah bisa menggambar berbagai macam bentuk dan menceritakannya.

Jadi langkah berikutnya saya ingin memasukan dia ke kursus menggambar, fungsinya mengasah kemampuan dia. Tentunya ini sudah saya diskusikan baik dengan ayahnya maupun anaknya sendiri yang kelak akan menjalaninya.

Kok langsung di masukan ke tempat belajar mewarnai?
Iya, karena dirumah berbagai macam media sudah ia gambar, dari mulai kertas biasa, kursi hingga tembok penuh dengan imajinasi gambaran dia😂

Next step mencari komunitas mewarnai untuk anak usia tersebut tertanya banyak, di Bandung sendiri ada Picu pacu, rumah menggambar dan mewarnai CBE dll

Selanjutnya saya InshaAllah akan memperkenalkan dia dengan komunitas mendongeng fungsinya agar dia terasah kemampuan mendongeng atau berceritanya.

Komunitas yang akan saya ikut gabung yaitu komunitas pustakalana dan dongeng bengkimut😊

Kayaknya secara garis besar untuk saat ini itu design pembelajaran yang saya buat untuk Ramzy melihat dari kemampuan dia yang menonjol.

Next ya untuk kemampuan dia yang kurang akan saya bahas juga gimana metode pembelajarannya😁😁

📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Materi Matrikulasi IIP Batch #3 Sesi #5

📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, 

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. 

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa. 

*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.

Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal : 

1⃣Belajar hal berbeda        
2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda

🍀 *Belajar Hal Berbeda*

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

*Cara Belajar Berbeda*

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :

👍Ibu jari : How

👆Jari telunjuk : Where

✋Jari tengah : What

✋Jari manis : When

✋Jari kelingking : Who

👐Kedua telapak tangan di buka : Why

👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

_Apa itu berpikir skeptik ?_

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

*Semangat Belajar Yang berbeda*

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami,

*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*

Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?

• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan 

*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.

Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah :

1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3⃣Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

  *_Good is not enough anymore we have to be different_*

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua :

👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

Cara mengetahui passion anak adalah :

1⃣ _Observation_ ( pengamatan)

2⃣ _engage_(terlibat)

3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.

Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :

1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_

Senin, 20 Februari 2017

NHW 04 MENDIDIK KEKUATAN DENGAN FITRAH

Dalam NHW 04 kali ini saya di matrikulasi IIP Diwajibkan mereview nhw  1-3 apakah sudah diterapkan didalam kehidupan, dalam NHW 01 saya menuliskan akan memilih jurusan tentang anak dan keluarga di universitas kehidupan ini.

Dalam NHW 02 tentang indikator dan membuat checklist harian sebagian saya telah lakukan tapi sebagian lagi terutama untuk uruaan gadget belum bisa sepenuhnya saya lakukan😥

Dari NHW 03 akhirnya saya menyimpulkan bahwa misi hidup saya adalah berguna bagi keluarga dan orang lain. Bidang yang saya ingin tekuni yaiti bidang anak dan keluarga. Perannya yaitu motivator atau inspirator, karena saya sadar banyak diluaran saya perempuan, ibu dan keluarga yang tidak seberuntung saya dengan mudah bisa mengaksea ilmu-ilmu tentang anak dan keluarga.

Untuk menjalankan misi tersebut saya memerlukan ilmu
1. Bunda sayang agara saya bisa memahami keluarga saya terlebih dahulu sebelum oranglain.😊
2. Bunda cekatan; tentunya jika ingin memotivasi dan menginspirasi saya harus bisa membagi waktu dengan hal yang lainnya, dalam artian harus cekatan dalam segala hal terutama dalam peran yang paling penting yaitu sebagai istri, ibu dan anak.
3. Bunda produktif: harus menjadi pribadi yang produktif terutama produktif dalam mencari ilmu....

Maafkan telat mengumpulkan Nhw 04 nya hectic dengan beberapa event😊😅

Minggu, 12 Februari 2017

MEMBANGUN PERADABAN DARI RUMAH BISA DIMULAI DARI SURAT CINTA UNTUK SUAMI

Kali ini tugasnya disuruh bikin surat cinta untuk suami, dengan tekad yang kuat bukan hanya karena tugas dari Matrikulasi IIP tapi karena memangbsesekali ingin membuat surat cinta untuk suami...dan ingin surpriiiseee gt ceritanya..akhirnya ditulislah sang surat cinta bersama kado biar rasa rasa surprisenya dapet daan ternyata dari kalimat pertama surat dia malah nyangkanya itu hadiah ultah ke 5 pernikahan, wkwkwk. Padahal kan ultah pernikahan kita bulan nobember dan udah pernah dikasih hadiah juga. Hahaha dasar coowoooq ya...

Responnya ya dia happy dan katanya sih tambah sayan....hahah cie cie #alaymodeon

Next kita disuruh melihat ke anak-anak,potensoidiri mereka. Untuk anakku yang pertama mungkin potensinya ialah ia supel, cerdas, mau berusaha, dan juga pintar menggambar. Anakku yang kedua baru berusia 1.5 tahun kadi sepertinga aku belum bisa melihat potensi atau kelebihan mereka. Mereka hadir dalam hidupku agar aku selalu bersemangat dalam melakukan segala hal, karena mereka adalah "The Sparkle and the joy of my life"

Kekuatan potensi menurut saya adalah saya lebih mengetahui sedikit tentang anak dan parenting dibandingkan keluarga saya atau suami saya hingga saya merasa bahwa keberadaan saya adalah untuk mengubah cara mendidik anak dalam keluarga dan lingkungan saya.

Senin, 06 Februari 2017

Review Nice Homework 2 tentang Indikator Perempuan Profesional - Institut Ibu Profesional

Setelah mengerjakan tugas NHW atau Nice Home Work  dari Institut Ibu Profesional ini minggu depannya akan diadakan review tentang NHW tersebut. Berikut saya lampirkan dari NHW 2 yang telah saya buat.

Ini dia reviewnya

Review Nice Home Work #2

✅📝CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL📝✅

Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan "rasa" berat untuk mengerjakan nice homework#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah  yang mengatakan "Ojo kalah karo wegah" (Jangan mau kalah dengan rasa malas).  Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.

Kami sangat menghargai proses teman-teman membuat checklist profesionalisme ini. Mulai dari menanti-nanti jawaban dari suami dan anak bagi yang sudah berkeluarga, maupun melakukan kesungguhan bermain “andaikata aku menjadi istri dan ibu” bagi yang sedang dalam proses memantaskan diri membangun keluarga. Ada yang terkaget-kaget dengan banyaknya list jawaban dari suami dan anak-anak, ada juga yang bingung dengan jawaban dari para suami dan anak, karena terlalu sederhananya keinginan mereka terhadap kita, demi sebuah kebahagiaan.

KOMITMEN DAN KONSISTEN

Dua kata itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam membuat checklist profesionalisme ini. Buatlah komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan kita, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya.

Konsistensi kita terhadap sebuah komitmen yang indikatornya kita susun sendiri, akan menjadi pondasi kita dalam menyusun “DEEP HABIT” yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dibangun secara terus menerus untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, ketajaman berpikir dan benar-benar krusial untuk hidup kita.
Selama ini disadari atau tidak banyak diantara kita memaknai aktivitas sehari-hari mendidik anak dan mengelola keluarga sebagai aktivitas  “Shallow Work”, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup kita, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya.

Selama ini status-status dangkal yang terus mengalir di sosial media seperti Facebook (FB) ditambah puluhan notifikasi whatsapp (WA) sering membuat kita terjebak dalam “shallow activities”, kelihatan sibuk menghabiskan waktu, tetapi sebenarnya tidak memberikan hasil nyata bagi perubahan hidup kita.

Harapan kami dengan adanya Checklist Profesionalisme Perempuan ini, teman-teman akan lebih fokus dalam proses “peningkatan kualitas diri” kita sebagai perempuan, istri dan ibu, meski kita menggunakan media WA dan FB sebagai kendaraan belajar kita, Sehinga bisa mengubah aktivitas yang dulunya masuk kategori “SHALLOW WORK” menjadi “DEEP WORK” (aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita).

Untuk itu mari kita lihat kembali Checklist kita :

🍀1.Apakah kalimat-kalimat di checklist itu sudah spesifik? misal kalimat "akan mengurangi aktivitas gadget selama di rumah" akan lebih baik anda ganti dengan, setiap hari akan menentukan Gadget hours selama 2 jam.

🍀2.Apakah kalimat-kalimat di checklist  sudah terukur? misal "Menyelenggarakan aktivitas ngobrol di keluarga", akan lebih baik kalau diganti dengan " Sehari minimal menyelenggarakan 1 x family forum (ngobrol) di rumah bersama keluarga"

🍀3.Apakah checklist yang kita tulis mudah dikerjakan dengan tambahan sedikit usaha? Misal sehari akan membaca 2 buah buku tentang pendidikan? ukur diri kita apakah mungkin? karena selama ini sehari-harinya kita hanya bisa membaca paling banyak 10 halaman. Maka akan lebih baik kalau anda ganti. Membaca 15 lembar buku parenting setiap harinya.

Sesuatu yang terlalu susah diraih itu akan membuat kita stress dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa, tetapi sesuatu yang sangat mudah diraih itu akan membuat kita menyepelekan.

Kembali ke istilah jawa ini namanya "gayuk...gayuk tuna" (contoh kasus, kita mau ambil mangga di pohon yang posisinya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup berusaha dengan satu lompatan, mangga itu akan bisa teraih. Tidak juga terlalu pendek, sambil jalan aja kita bisa memetik mangga tersebut. Biasanya jadi tidak menghargai proses)

🍀4. Apakah tantangan yang kita tulis di checklist ini merupakan tantangan-tantangan yang kita hadapi sehari-hari? misal anda adalah orang yang susah disiplin selama ini. maka sangat pas kalau di checklist anda tulis, akan berusaha tepat waktu di setiap mendatangi acara IIP baik offline maupun online. Jadi jelas memang akan menyelesaikan tantangan yang ada selama ini.

🍀5. Berikan batas waktu pada proses latihan ini di checklist. Misal akan membaca satu buku satu minggu selama bulan Pebruari. Akan belajar tepat waktu selama 1 bulan pertama mulai Pebruari 2017.
Kelima hal tersebut di atas akan memudahkan kita pada proses evaluasi nantinya.
Silakan teman-teman  lihat  kembali checklist masing-masing. Kita akan mulai melihat seberapa bekerjanya checklist itu untuk perkembangan diri kita.

Silakan di print out, dan ditempel di tempat yang kita lihat setiap hari.
Ijinkan suami dan anak-anak memberikan penilaian sesuai dengan yang kita tentukan. Andaikata tidak ada yang mau menilai, maka diri andalah yang paling berhak menilai perkembangan kita.

Berusaha JUJUR kepada diri sendiri.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

🗓🗓Sumber Bacaan :
Deep Work, Cal Newport, E book, akses 30 Oktober 2016.
Materi “MENJADI IBU PROFESIONAL” program Matrikulasi IIP, batch #3, 2017
Hasil Nice Home Work #3, peserta program Matrikulasi IIP batch #3, 2017

Sabtu, 04 Februari 2017

KETIKA AYAH DAN ANAK DITANYA


CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Kali ini Nice Homework ke dua yang diberikan oleh Institut Ibu Profesional melibatkan ayah dan abang, kenapa?

karena....

di NHW 02 ini kita diharuskan bertanya kepada suami dan anak istri dan ibu yang seperti apa yang membuat mereka bahagia. Akhirnya demi tugas ini sayapun memberanikan diri bertanya kepada suami, "yah...istri seperti apa sih yang bisa bikin bahagia atau sikap bunda seperti apa yang bikin ayah bahagia?" lalu suamipun menjawab:

  1. bisa melayani suami
  2. bisa mengerti suami
  3. mau mendengarkan suami
  4. mau menuruti suami
  5. lebih bersabar menghadapi suami
  6. kurangi marahnya
itu kalau menurut suami dan itu jujur loh jawabannya tanpa ada paksaan dari saya....hahaha

nah kalau menurut abang Ramzy (anak pertama saya, 3 tahun), ketika saya bertanya..."abang... abang happy/bahagia kalau bunda seperti apa?" jawaban dia adalah....

1. seperti cantik (emang emaknya gak cantik ya???hahah)
2. bunda seperti itu (tersenyum)
3. seperti mama, pakai mulut, pakai mata, pakai hidung, pakai tangan dan pakai rambut sedikit seperti upin ipin Abang bahagia kalau buda rambutnya sepeti upin ipin (wkwkwk, ni anak ngajak perang, hahah)

itulah jawaban jujur anak-anak ya memang seperti itu jawabanny..


Maka berdasarkan hal tersebut inilah indikator saya ketika saya menjadi istri dan ibu:

1. Berpenampilan yang baik; karena ternyata anak saya senang melihat saya tampil cantik dan mungkin begitu juga dengan suami

2. Lebih memahami suami dan anak

3. Lebih banyak tersenyum dan kurangi marah

Sedangkan indikator dari saya pribadi yaitu; 

4. Manajemenkan waktu agar bisa lebih banyak main dengan anak-anak dibandingkan dengan pekerjaan rumah.


Mungkin itu saja dulu indikator yang bisa saya buat semoga kedepannya saya bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik sesuai dengan harapan mereka. Aamiin aamiin aamiin