Senin, 20 Februari 2017

NHW 04 MENDIDIK KEKUATAN DENGAN FITRAH

Dalam NHW 04 kali ini saya di matrikulasi IIP Diwajibkan mereview nhw  1-3 apakah sudah diterapkan didalam kehidupan, dalam NHW 01 saya menuliskan akan memilih jurusan tentang anak dan keluarga di universitas kehidupan ini.

Dalam NHW 02 tentang indikator dan membuat checklist harian sebagian saya telah lakukan tapi sebagian lagi terutama untuk uruaan gadget belum bisa sepenuhnya saya lakukan😥

Dari NHW 03 akhirnya saya menyimpulkan bahwa misi hidup saya adalah berguna bagi keluarga dan orang lain. Bidang yang saya ingin tekuni yaiti bidang anak dan keluarga. Perannya yaitu motivator atau inspirator, karena saya sadar banyak diluaran saya perempuan, ibu dan keluarga yang tidak seberuntung saya dengan mudah bisa mengaksea ilmu-ilmu tentang anak dan keluarga.

Untuk menjalankan misi tersebut saya memerlukan ilmu
1. Bunda sayang agara saya bisa memahami keluarga saya terlebih dahulu sebelum oranglain.😊
2. Bunda cekatan; tentunya jika ingin memotivasi dan menginspirasi saya harus bisa membagi waktu dengan hal yang lainnya, dalam artian harus cekatan dalam segala hal terutama dalam peran yang paling penting yaitu sebagai istri, ibu dan anak.
3. Bunda produktif: harus menjadi pribadi yang produktif terutama produktif dalam mencari ilmu....

Maafkan telat mengumpulkan Nhw 04 nya hectic dengan beberapa event😊😅

Minggu, 12 Februari 2017

MEMBANGUN PERADABAN DARI RUMAH BISA DIMULAI DARI SURAT CINTA UNTUK SUAMI

Kali ini tugasnya disuruh bikin surat cinta untuk suami, dengan tekad yang kuat bukan hanya karena tugas dari Matrikulasi IIP tapi karena memangbsesekali ingin membuat surat cinta untuk suami...dan ingin surpriiiseee gt ceritanya..akhirnya ditulislah sang surat cinta bersama kado biar rasa rasa surprisenya dapet daan ternyata dari kalimat pertama surat dia malah nyangkanya itu hadiah ultah ke 5 pernikahan, wkwkwk. Padahal kan ultah pernikahan kita bulan nobember dan udah pernah dikasih hadiah juga. Hahaha dasar coowoooq ya...

Responnya ya dia happy dan katanya sih tambah sayan....hahah cie cie #alaymodeon

Next kita disuruh melihat ke anak-anak,potensoidiri mereka. Untuk anakku yang pertama mungkin potensinya ialah ia supel, cerdas, mau berusaha, dan juga pintar menggambar. Anakku yang kedua baru berusia 1.5 tahun kadi sepertinga aku belum bisa melihat potensi atau kelebihan mereka. Mereka hadir dalam hidupku agar aku selalu bersemangat dalam melakukan segala hal, karena mereka adalah "The Sparkle and the joy of my life"

Kekuatan potensi menurut saya adalah saya lebih mengetahui sedikit tentang anak dan parenting dibandingkan keluarga saya atau suami saya hingga saya merasa bahwa keberadaan saya adalah untuk mengubah cara mendidik anak dalam keluarga dan lingkungan saya.

Senin, 06 Februari 2017

Review Nice Homework 2 tentang Indikator Perempuan Profesional - Institut Ibu Profesional

Setelah mengerjakan tugas NHW atau Nice Home Work  dari Institut Ibu Profesional ini minggu depannya akan diadakan review tentang NHW tersebut. Berikut saya lampirkan dari NHW 2 yang telah saya buat.

Ini dia reviewnya

Review Nice Home Work #2

✅📝CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL📝✅

Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan "rasa" berat untuk mengerjakan nice homework#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah  yang mengatakan "Ojo kalah karo wegah" (Jangan mau kalah dengan rasa malas).  Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.

Kami sangat menghargai proses teman-teman membuat checklist profesionalisme ini. Mulai dari menanti-nanti jawaban dari suami dan anak bagi yang sudah berkeluarga, maupun melakukan kesungguhan bermain “andaikata aku menjadi istri dan ibu” bagi yang sedang dalam proses memantaskan diri membangun keluarga. Ada yang terkaget-kaget dengan banyaknya list jawaban dari suami dan anak-anak, ada juga yang bingung dengan jawaban dari para suami dan anak, karena terlalu sederhananya keinginan mereka terhadap kita, demi sebuah kebahagiaan.

KOMITMEN DAN KONSISTEN

Dua kata itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam membuat checklist profesionalisme ini. Buatlah komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan kita, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya.

Konsistensi kita terhadap sebuah komitmen yang indikatornya kita susun sendiri, akan menjadi pondasi kita dalam menyusun “DEEP HABIT” yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dibangun secara terus menerus untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, ketajaman berpikir dan benar-benar krusial untuk hidup kita.
Selama ini disadari atau tidak banyak diantara kita memaknai aktivitas sehari-hari mendidik anak dan mengelola keluarga sebagai aktivitas  “Shallow Work”, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup kita, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya.

Selama ini status-status dangkal yang terus mengalir di sosial media seperti Facebook (FB) ditambah puluhan notifikasi whatsapp (WA) sering membuat kita terjebak dalam “shallow activities”, kelihatan sibuk menghabiskan waktu, tetapi sebenarnya tidak memberikan hasil nyata bagi perubahan hidup kita.

Harapan kami dengan adanya Checklist Profesionalisme Perempuan ini, teman-teman akan lebih fokus dalam proses “peningkatan kualitas diri” kita sebagai perempuan, istri dan ibu, meski kita menggunakan media WA dan FB sebagai kendaraan belajar kita, Sehinga bisa mengubah aktivitas yang dulunya masuk kategori “SHALLOW WORK” menjadi “DEEP WORK” (aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita).

Untuk itu mari kita lihat kembali Checklist kita :

🍀1.Apakah kalimat-kalimat di checklist itu sudah spesifik? misal kalimat "akan mengurangi aktivitas gadget selama di rumah" akan lebih baik anda ganti dengan, setiap hari akan menentukan Gadget hours selama 2 jam.

🍀2.Apakah kalimat-kalimat di checklist  sudah terukur? misal "Menyelenggarakan aktivitas ngobrol di keluarga", akan lebih baik kalau diganti dengan " Sehari minimal menyelenggarakan 1 x family forum (ngobrol) di rumah bersama keluarga"

🍀3.Apakah checklist yang kita tulis mudah dikerjakan dengan tambahan sedikit usaha? Misal sehari akan membaca 2 buah buku tentang pendidikan? ukur diri kita apakah mungkin? karena selama ini sehari-harinya kita hanya bisa membaca paling banyak 10 halaman. Maka akan lebih baik kalau anda ganti. Membaca 15 lembar buku parenting setiap harinya.

Sesuatu yang terlalu susah diraih itu akan membuat kita stress dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa, tetapi sesuatu yang sangat mudah diraih itu akan membuat kita menyepelekan.

Kembali ke istilah jawa ini namanya "gayuk...gayuk tuna" (contoh kasus, kita mau ambil mangga di pohon yang posisinya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup berusaha dengan satu lompatan, mangga itu akan bisa teraih. Tidak juga terlalu pendek, sambil jalan aja kita bisa memetik mangga tersebut. Biasanya jadi tidak menghargai proses)

🍀4. Apakah tantangan yang kita tulis di checklist ini merupakan tantangan-tantangan yang kita hadapi sehari-hari? misal anda adalah orang yang susah disiplin selama ini. maka sangat pas kalau di checklist anda tulis, akan berusaha tepat waktu di setiap mendatangi acara IIP baik offline maupun online. Jadi jelas memang akan menyelesaikan tantangan yang ada selama ini.

🍀5. Berikan batas waktu pada proses latihan ini di checklist. Misal akan membaca satu buku satu minggu selama bulan Pebruari. Akan belajar tepat waktu selama 1 bulan pertama mulai Pebruari 2017.
Kelima hal tersebut di atas akan memudahkan kita pada proses evaluasi nantinya.
Silakan teman-teman  lihat  kembali checklist masing-masing. Kita akan mulai melihat seberapa bekerjanya checklist itu untuk perkembangan diri kita.

Silakan di print out, dan ditempel di tempat yang kita lihat setiap hari.
Ijinkan suami dan anak-anak memberikan penilaian sesuai dengan yang kita tentukan. Andaikata tidak ada yang mau menilai, maka diri andalah yang paling berhak menilai perkembangan kita.

Berusaha JUJUR kepada diri sendiri.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

🗓🗓Sumber Bacaan :
Deep Work, Cal Newport, E book, akses 30 Oktober 2016.
Materi “MENJADI IBU PROFESIONAL” program Matrikulasi IIP, batch #3, 2017
Hasil Nice Home Work #3, peserta program Matrikulasi IIP batch #3, 2017

Sabtu, 04 Februari 2017

KETIKA AYAH DAN ANAK DITANYA


CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Kali ini Nice Homework ke dua yang diberikan oleh Institut Ibu Profesional melibatkan ayah dan abang, kenapa?

karena....

di NHW 02 ini kita diharuskan bertanya kepada suami dan anak istri dan ibu yang seperti apa yang membuat mereka bahagia. Akhirnya demi tugas ini sayapun memberanikan diri bertanya kepada suami, "yah...istri seperti apa sih yang bisa bikin bahagia atau sikap bunda seperti apa yang bikin ayah bahagia?" lalu suamipun menjawab:

  1. bisa melayani suami
  2. bisa mengerti suami
  3. mau mendengarkan suami
  4. mau menuruti suami
  5. lebih bersabar menghadapi suami
  6. kurangi marahnya
itu kalau menurut suami dan itu jujur loh jawabannya tanpa ada paksaan dari saya....hahaha

nah kalau menurut abang Ramzy (anak pertama saya, 3 tahun), ketika saya bertanya..."abang... abang happy/bahagia kalau bunda seperti apa?" jawaban dia adalah....

1. seperti cantik (emang emaknya gak cantik ya???hahah)
2. bunda seperti itu (tersenyum)
3. seperti mama, pakai mulut, pakai mata, pakai hidung, pakai tangan dan pakai rambut sedikit seperti upin ipin Abang bahagia kalau buda rambutnya sepeti upin ipin (wkwkwk, ni anak ngajak perang, hahah)

itulah jawaban jujur anak-anak ya memang seperti itu jawabanny..


Maka berdasarkan hal tersebut inilah indikator saya ketika saya menjadi istri dan ibu:

1. Berpenampilan yang baik; karena ternyata anak saya senang melihat saya tampil cantik dan mungkin begitu juga dengan suami

2. Lebih memahami suami dan anak

3. Lebih banyak tersenyum dan kurangi marah

Sedangkan indikator dari saya pribadi yaitu; 

4. Manajemenkan waktu agar bisa lebih banyak main dengan anak-anak dibandingkan dengan pekerjaan rumah.


Mungkin itu saja dulu indikator yang bisa saya buat semoga kedepannya saya bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik sesuai dengan harapan mereka. Aamiin aamiin aamiin

Senin, 23 Januari 2017

NHW 01 ADAB MENUNTUT ILMU - RILLY IIP BDG

Mencoba mengerjakan NIce Homework lewat Blog saya ini...
Copas pertanyaan lalu saya jawab setelah pertanyaan itu. Kalau ada yang kurang-kurang tolong revisinya ya...terimakasih

⁠⁠⁠πŸ“šNICE HOMEWORK #1πŸ“š

ADAB MENUNTUT ILMU

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Yang ingin saya tekuni ialah ilmu tentang keluarga dan anak,khususnya pekerjaan sosial anak dan keluarga

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Pertama karena kita semua pasti memiliki keluarga, saya khususnya memiliki anak dan basic pendidikan saya ada pekerja sosial anak dan keluarga.
Kedua saya ingin bisa membangun keluarga saya menjadi keluarga yg sukses dunia akhirat dan semoga ilmu saya nanti bisa utk membantu keluarga yg lain.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Menimba ilmu lewat jalur kuliah, lalu mengikuti komunitas anak dan keluarga untuk semakin memperdalam ilmu, dan terus mengupdate ilmu lewat seminar ataupun media online.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Sikap yang harus saya perbaiki yaitu keuletan, kegihihan, melawan sikap malas dan mau berkorban.
Karena menuntut ilmu disaat sudah mempunyai anak terutama balita memiliki tantangan tersendiri untuk saya.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Selasa, 01 November 2016

RUSAKLAH IBU!!!

Dapet postingan dari group WA SMA, isinya bagus banget, semoga bisa menjadi inspirasi

"RUSAKLAH IBU..!!!"

Iblis senior mengatakan pd iblis yg lbh muda, bahwa pintu masuk paling ampuh dalam merusak manusia adalah lewat pintu KELUARGA.

Dan pintu yg paling rentan dirusak adalah pintu : IBU..

Kurang lebih inti dari nasehat itu adalah :
1. Buatlah ibu merasa selalu dalam kelelahan.
Karena rentetan dari kelelahan itu adalah sakit kepala, mudah marah, mudah mengucapkan kata2 kasar, mudah melakukan kekerasan fisik dan kelelahan juga membuat ibu jadi merasa enggan atau tdk ada waktu utk mengurus dirinya sendiri.
Dan kelelahan juga bisa membuat ibu enggan melayani 'permintaan' suaminya.

2. Buatlah ibu menjadi mahluk yg paling tdk dihargai dirumah.
Dari point pertama, ibu yg sering berkata kasar bisa jadi nantinya akan tdk dihargai dalam rumahnya sendiri.
Anak2 akan mulai berani MENIRU kalimat kasar yg dkeluarkan oleh ibu.
Anak2 berani mulai membentak atau memerintah ibunya.
Suami, karena melihat istrinya tdk terurus, maka akan mudah menjadi budak setan dgn memperlihatkan wanita2 cantik di luar rumah yg lbh enak utk dlihat utk menggoda iman sang suami.

3. Buatlah ibu selalu merasa cemas.
Cemas dgn tumbuh kembang anaknya.
Cemas suami akan selingkuh dluar
Cemas dgn kondisi ekonomi keluarga
Cemas bahwa dirinya tdk akan secantik dulu lagi
Cemas akan komentar pihak ketiga thd kondisi keluarganya
Atau cemas2 lainnya yg bisa mengganggu kondisi jiwa sang ibu.

4. Buatlah ibu menjadi tdk percaya diri.
Hal ini biasa dialami oleh ibu rumah tangga yg full di rumah. (Walaupun tdk semuanya mengalami hal ini ya).
IRT yg jarang keluar rumah, biasanya akan mulai kehilangan teman, pergaulan atau bahkan wawasan.
Dgn kondisi spt itu, ibu bisa menjadi mudah minder atau bahkan takut menghadapi hal baru.
Kondisi kurang percaya diri, bisa membuat ibu menjadi mahluk yg tdk bisa berbuat banyak saat misalnya suaminya selingkuh, atau saat anaknya salah pergaulan atau bahkan saat suaminya melakukan KDRT.
Ibu menjadi kurang berani utk mengambil keputusan ttg bagaimana ia harus menjalani perannya sbg ibu dan sbg seorang individu.

5. Buatlah ibu selalu berada dalam keadaan merasa bersalah.
Saat anak sakit, pengaruhilah ibu mertua utk berkata menyakitkan yg intinya bahwa sakitnya anak adalah krn ibunya tdk becus merawat anaknya.
Saat anak2 menjadi nakal dan liar, buatlah suami mengucapkan kalimat yg menyalahkan ibunya dalam mengurus anaknya..
Rasa bersalah ini akan membuat runtuh benteng pertahanan seorang ibu, yg akhirnya bisa berujung pada rusaknya mental sang ibu.

Dalam rumah tangga, ibu adalah salah satu Pilar utama, jika ibu rusak jiwanya, maka akan lebih mudah bagi iblis utk merusak anggota keluarga yg lain.

Maka dari itu, wahai para ibu (termasuk saya tentunya) jagalah dirimu dari amarah, rasa lelah, rasa cemas dan rasa selalu bersalah, krn itu datangnya dr iblis.

Mendekat kepada Allah, maka iblis akan menjauh sejauh2nya..

sumber : http://www.cakgus.com/2016/07/cerita-seorang-ibu-rusaklah-ibu.html

The life story begin again...

The story begin again....

Sebenernya ini blog kedua(selain blog pekerjaan loh ya) yang saya bikin, karena blog yang pertama lupa email dan passwordnya, hahaha aneh banget kan?!. Makanya postingan pertama ini ditulis the life story begin again. Mungkin blog ini akan berisi tentang kehidupan saya setelah berumah tangga dan bagaimana saya menjalani hari dengan keluarga kecil saya dan passion saya. Semoga bisa bermanfaat ya....😊

Bismillah....